Kasus difteri di Indonesia mencapai 762 kasus, 458 kasus diantaranya terjadi di Jawa Timur dengan kasus meninggal mencapai 11 kasus. Oleh karenanya baik pemerintah pusat maupun daerah merasa wajib melakukan tindakan.-
Kreasi tas daur ulang
Air minum dalam kemasan menjadi pilihan paling praktis untuk menghilangkan rasa haus. Di mana-mana mudah membeli air minum dalam kemasan....
-
Kejuron Keluarga Siaga Aktif
Kelurahan Kejuron mewakili puskesmas Banjarejo lomba Kelurahan Siaga Aktif tingkat Kota Madiun. Lomba ini diikuti 6 kelurahan yang merupakan perwakilan dari masing-masing puskesmas di Kota Madiun....
-
Kampanye imunisasi MR
Dalam rangka pencegahan penyakit Rubella pada anak Indonesia, pemerintah melalui dinas kesehatan mengadakan kampanye Imunisasi Measles Rubella (IMR)...
-
Baktisosial bekerjasa dengan GKJW
Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) Kejuron bekerja sama dengan GKJW Kota Madiun pada hari Minggu, tanggal 21 Januari 2018 bertempat di Gedung Kesenian Kota Madiun, bekerjasama mengadakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan GratisKenanga ...
-
Pelaksanaan Imunisasi MR di Posyandu Kejuron
Upaya menjaga Kesehatan Anak dapat dilakukan melalui perilaku sehari-hari. Membiasakan si Kecil makan makanan bergizi atau mencuci tangan sebelum dan sesudah makan merupakan kebiasaan-kebiasaan sehat ...
Minggu, 11 Maret 2018
Sosialisasi ORI Difteri
Kasus difteri di Indonesia mencapai 762 kasus, 458 kasus diantaranya terjadi di Jawa Timur dengan kasus meninggal mencapai 11 kasus. Oleh karenanya baik pemerintah pusat maupun daerah merasa wajib melakukan tindakan.Kamis, 22 Februari 2018
Pertemuan Pokjanal DBD Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun
Pertemuan Pokjanal DBD Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun kali ini membahas tentang Kebijakan dan situasi Demam Berdarah Dengue. Dimana acara tersebut dilaksanakan pada hari ini Kamis tanggal 22 Februari 2018 bertempat di Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun.
Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah :
- Penyakit Menular
- Disebabkan oleh virus dengue
- Ditularkan oleh nyamuk Aedes
- Memberi minum sebanyak-banyaknya ( air putih boleh dibubuhi gula atau oralit
- Memberi obat penurun panas
- Kompres
- Segera bawa ke sarana pelayanan kesehatan
- Pengendalian Vektor penular DBD
- Penguatan sistem Surveilans
- Tata Laksana penderita secara adekuat
- Dukungan manajemen (anggaran, SDM, alat/bahan)
- Meningkatkan persentase Kab/Kota yang mencapai angka kesakitan ≤ 49/100.000 penduduk
- Menurunkan angka kematian DBD < 1%
- Pengendalian populasi vektor sehingga Angka Bebas Jentik (ABJ) ≥ 95%
- Surveilans Epidemologi
- Penemuan dan Tata Laksana Kasus
- Pengendalian Vektor
- Peningkatan Peran Serta Masyarakat
- SKD dan penanggulangan KLB
- Penyuluhan
- Kemitraan dan Jejaring Kerja
- Capacity building dan penelitian
- Monitoring dan Evaluasi
- Kepadatan penduduk
- Mobilitas Penduduk
- Perilaku Masyarakat
- Perubahan iklim (clmate change) global
- Pertumbuhan Ekonomi
- Ketersediaan air bersih
Sedangkan yang menjadi hambatan disini antara lain :
- Peningkatan kasus di musim hujan yang terkesan tidak terkendali
- Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap efektifitas PSN
- Fogging yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan resistensi
- Respon Time Pelaporan RS masih kurang maksimal
- Penguatan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan
- Meningkatkan awareness masyarakat terutama anak sekolah melalui kader jumantik sekolah
- Penguatan tata laksana aksus dengan melibatkan pakar dari RS Rujukan Provinsi serta
- Penguatan kesiap siagaan menghadapi musim penularan
- Penguatan sistem pelaporan kasus IVD kurang dari 24 jam (bisa lewat WA, SMS, Telegram, Telepon).
Rabu, 21 Februari 2018
Pemantapan Kader Kesehatan dsn KB se-Kota Madiun
Acara dilaksanakan di Asrama Haji, pada hari ini Rabu tanggal 21 Februari 2018 dibuka oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana ibu dr. Agung Sulistya Wardani. Sedangkan untuk narasumber adalah dr. Ismudoko dimana beliau menyampaikan Sosialisasi Perubahan Sistem Bantuan Transport Kader Kesehatan dan KB se-Kota Madiun. Beliau menyampaikan bahwa bantuan transport disesuaikan dengan kinerja dari para kader. Dimana dalam pelaksanaannya, diprioritaskan pada apa yang telah dilakukan seperti tahun kemarin, hal ini dikarenakan keterbatasan dana.
Minggu, 21 Januari 2018
Bakti Sosial Poskeskel Kelurahan Kejuron bekerja sama dengan GKJW Kota Madiun
Sabtu, 16 September 2017
Pelaksanaan Imunisasi MR di Posyandu Kelurahan Kejuron
- kekebalan tubuh belum sempurna.
- tubuh mereka belum mengenali kuman-kuman yang bisa membuat penyakit itu. Tubuh mereka sudah dikenalkan sejak dini untuk membentuk kekebalan yang spesifik terhadap suatu penyakit
Selasa, 05 September 2017
Kejuron Raih Juara 1 Lomba Penyuluhan HIV / AIDS Sekota Madiun
Adapun peserta dari Lomba Penyuluhan HIV/AIDS diikuti sebanyak 24 kader dari 27 Kelurahan se-Kota Madiun yang tersebar dalam wilayah 6 Puskesmas di Kota Madiun. Dimana tiap puskesmas mengirimkan wakilnya sebanyak 2 orang kader pria dan 2 orang kader perempuan.
Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan, dimana wakil dari Kelurahan Kejuron yang mewakili Puskesmas Banjarejo mendapatkan Juara I pada Kategori peserta Kader Perempuan. Semoga dengan keberhasilan dari Kader Kelurahan Kejuron ini bisa memotivasi kader lainnya maupun tokoh masyarakat untuk selalu dan terus memberikan informasi secara berkelanjutan tentang HIV/AIDS di lingkungan sekitarnya.
Rabu, 16 Agustus 2017
Narkoba
Narkoba atau napza terdiri dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.
psikoaktif selain narkotika dan psikotropika seperti alkohol, nikotin, inhalen lem. Inhalen adalah uap dari zat beracun yang dihurup untuk mendapatkan rasa melayang.
Dampak narkoba dalam jangka pendek meliputi:
• mabuk, pusing, bingung
• ketidakmampuan koordinasi gerakan
• halusinasi dan delusi
• bermusuhan
• apatis
• menghalangi penilaian
• tidak sadar
• sakit kepala
• ruam di sekitar hidung dan mulut
• memacu detak jantung
• kematian
Sedangkan dalam jangka panjang meliputi :
• lemah otot
• disorientasi
• koordinasi tubuh lemah
• irritasi
• depresi
• kerusakan serius pada jantung, lever, ginjal dan otak
• penurunan daya ingat dan intelijensia
• penurunan dan hilangnya daya dengar
• kerusakan tulang sum sum
• kematian
Ciri-ciri penyalahguna narkoba yakni :
- badan kurus, lemah, malas, gemetaran dan suhu badan tidak beraturan
- mata kemerahan dan berair
- muka pucat, bibir hitam, bicara cadel
- keringat berlebih
- bekas suntik ditangan
- batuk pilek berkepanjangan
- sakit perut dengan alasan tidak jelas
- sulit diajak bicara dan selalu membangkang
- sulit terlibat dalam kegiatan keluarga
- sering pulang terlambat tanpa alasan jelas
- mudah tersinggung dan cepat emosi
- curiga dan ketakutan berlebih
- berusaha menyakiti diri sendiri dan sadis
- hilang ingatan lalu berkhayal
- kurangnya rasa malu
Pengguna narkoba juga rentan terhadap penyakit hiv/aids, hepatitis dsb.
Narkoba dapat dicegah melalui pendekatan keluarga, bimbingan rohani dan penyuluhan-penyuluhan. Dengan benteng dari keluarga diharapkan generasi muda tidak mengalami salah pergaulan hingga terjerumus pada narkoba. Dan saat kita mengetahui penyalahguna disekitar kita jangan kita tinggalkan kita harus lebih peduli kepada mereka. Bisa dengan melaporkan pada pihak BNN atau dokter dan RSKO dan memberi dukungan moril.
Say NO to DRUGS.
Kamis, 10 Agustus 2017
Bebas Narkoba Masyarakat Sejahtera
10 Agustus 2017 Bakesbangpol Kota Madiun mengadakan penyuluhan kepada ibu pkk se Kota Madiun di Asrama Haji terkait ancaman penyalahgunaan narkoba. Narasumber penyuluhan yakni Ibu dr. A.S Wardani, M.MKes selaku Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun, Bp Maidi selaku Sekda Kota Madiun, Bp Sugeng Rismiyanto selaku Wawali Kota Madiun dan Bp AKBP Drs. Agus Irianto, Msi selaku Kepala BNN Kabupaten Nganjuk.
Indonesia darurat narkoba, terbukti dengan banyaknya penangkapan pengguna dan pengedar hingga bandar narkoba. Mulai orang biasa hingga kalangan artis. Banyaknya wilayah perairan di Indonesia menjadi jalur strategis untuk menyelundupkan narkoba hingga berton ton.
Narkoba terdiri dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lain. https://kimanyelirkejuron.blogspot.co.id/2017/08/narkoba.html?m=1
Kerugian narkoba sangat luas mulai dari segi kesehatan, sosial-ekonomi dan keamanan yang mengakibatkan hilangnya suatu generasi bangsa dimasa depan.
Pengguna narkoba awalnya hanya mencoba hingga akhirnya menjadi ketergantungan bahkan mengalami kematian. Pemuda adalah penyalahguna terbesar. Kondisi keluarga yang tidak harmonis sering menjadi pemicu para pemuda menggunakan narkotika, pergaulan yang salah dan tuntutan pekerjaan merupakan faktor lain penyalahgunaan narkoba.
Oleh karena itu peran ibu atau keluarga menjadi sangat penting. Diharapkan dengan kondisi keluarga yang harmonis dapat menghindarkan generasi muda dengan pergaulan yang salah dan berakhir pada narkoba.
Jika pemuda dan seluruh rakyat Indonesia terbebas dari narkoba maka dipastikan masyarakat dan negara kita menjadi sejahtera.
Jumat, 28 Juli 2017
Lomba Kelurahan Bebas Jentik di Kejuron
Kejuron merupakan satu dari sembilan kelurahan yang mengikuti lomba kelurahan bebas jentik di wilayah Kecamatan Taman, Kota Madiun. Lomba berlangsung selama 5 hari mulai Hari Senin, 24 Juli sampai dengan Jumat, 28 Juli 2017.
Penyambutan tim penilai oleh kader jumantik Kejuron
Untuk Kelurahan Kejuron penilaian dilakukan Hari Kamis, 27 Juli 2017. Diawali sambutan dari para kader jumantik tim penilai masuk ke dalam gedung serbaguna Kelurahan Kejuron. Acara dilanjutkan sambutan dari Kepala Kelurahan Kejuron, Bp Yanu dan Bp Watiru selaku ketua tim penilai.
Penilaian meliputi aspek administrasi, tinjau lapangan dan inovasi yang ada di kelurahan. Kelurahan Kejuron memiliki beberapa inovasi guna mengusir nyamuk dan memberantas jentik seperti "Gemas Bergoyang", " Gema Semi", "Raser" dan inovasi terbaru yakni "Selira".
Usai melakukan penilaian administrasi dewan juri bergegas meninjau lokasi. Meskipun hujan turun antusias masyarakat menyambut tim juri sangat baik. Rute lokasi yang dikunjungi yakni RT 32, RT 29, RT 16 dan berakhir di RT 19.
Jumat, 14 Juli 2017
Senin, 22 Mei 2017
Kampanye Imunisasi Measles Rubella
Dalam rangka pencegahan penyakit Rubella pada anak Indonesia, pemerintah melalui dinas kesehatan mengadakan kampanye Imunisasi Measles Rubella (IMR). Guna mensukseskan program ini pada tanggal 22 Mei 2017 Puskesmas Banjarejo Kota Madiun mengundang seluruh ketua posyandu di wilayah kerjanya. Mengingat peran kader sebagai perpanjangan tangan dinas kesehatan kepada masyarakat diharapkan kader dapat menyampaikan informasi kepada warga diwilayah posyandu masing-masing.
Kampanye IMR dilakukan serentak di Pulau Jawa pada bulan Agustus - September 2017. Dan diluar Pulau Jawa pada bulan Agustus-September 2018. Pada bulan Agustus kegiatan IMR dipusatkan di sekolah-sekolah mulai dari PAUD, TK hingga SMP sederajat dan di posyandu pada bulan September. Sasaran imunisasi ini adalah anak usia 9bln sampai dengan <15tahun.
Diharapkan dengan adanya kegiatan kampanye ini pada tahun 2020 akan didapat kekebalan komunitas terhadap virus rubella dan penularannya akan sangat kecil.
Mengenal Penyakit Rubella
Penyakit Rubella atau Campak Jerman merupakan penyakit inveksi akut yang sangat menular. Penyakit ini ditularkan oleh Virus Rubella melalui saluran nafas seperti batuk dan bersin. Secara sekilas gejalanya mirip dengan gejala penyakit campak seperti demam ringan, bercak kemerahan/rash, makulopapuler dikulit terutama wajah, lengan, kulit, dan kepala namun pada penyakit rubella disertai gejala pembesaran kelenjar limfe dibelakang telinga, leher belakang sub oksipital dan arthitis atau artharalgia (nyeri pada persendian). Komplikasi lain dari penyakit ini yakni diare, radang paru, otitis media, luka pada kornea dan kematian.
Rubella yang tertular pada ibu hamil trimester pertama dapat menyebabkan keguguran dan kecacatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai Congenital Rubella Cyndrome (CRS).
Selasa, 16 Mei 2017
CERDIK dan PATUH atasi Penyakit Tidak Menular (PTM)
Penyakit tidak menular disingkat PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang. Penyakit tidak menular pada manusia mempunyai durasi panjang dan perkembangan umumnya lambat. 4 jenis penyakit tidak menular menurut WHO adalah penyakit kardiovaskular (seperti serangan jantung dan stroke), kanker, penyakit pernapasan kronis (seperti penyakit obstruksi paru kronis dan asma) dan diabetes.
1. Cek kesehatan secara rutin.
2. Enyahkan asap rokok.
3. Rajin olahraga .
4. Diet seimbang.
5. Istirahat cukup.
6. Kelola stress.
Sedangkan program PATUH dibuat untuk pasien penyandang penyakit tidak menular agar penyakit tidak semakin parah dan tetap terkontrol kesehatannya. Program ini meliputi:
1. Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter.
2. Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur.
3. Tetap diet sehat dengan gizi seimbang.
4. Upayakan beraktivitas fisik yang aman, serta.
5. Hindari rokok, alkohol dan zat karisogenik lainnya.









