• Kreasi tas daur ulang

    Air minum dalam kemasan menjadi pilihan paling praktis untuk menghilangkan rasa haus. Di mana-mana mudah membeli air minum dalam kemasan....

  • Kejuron Keluarga Siaga Aktif

    Kelurahan Kejuron mewakili puskesmas Banjarejo lomba Kelurahan Siaga Aktif tingkat Kota Madiun. Lomba ini diikuti 6 kelurahan yang merupakan perwakilan dari masing-masing puskesmas di Kota Madiun....

  • Kampanye imunisasi MR

    Dalam rangka pencegahan penyakit Rubella pada anak Indonesia, pemerintah melalui dinas kesehatan mengadakan kampanye Imunisasi Measles Rubella (IMR)...

  • Baktisosial bekerjasa dengan GKJW

    Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) Kejuron bekerja sama dengan GKJW Kota Madiun pada hari Minggu, tanggal 21 Januari 2018 bertempat di Gedung Kesenian Kota Madiun, bekerjasama mengadakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan GratisKenanga ...

  • Pelaksanaan Imunisasi MR di Posyandu Kejuron

    Upaya menjaga Kesehatan Anak dapat dilakukan melalui perilaku sehari-hari. Membiasakan si Kecil makan makanan bergizi atau mencuci tangan sebelum dan sesudah makan merupakan kebiasaan-kebiasaan sehat ...

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Sosialisasi ORI Difteri

Kasus difteri di Indonesia mencapai 762 kasus, 458 kasus diantaranya terjadi di Jawa Timur dengan kasus meninggal mencapai 11 kasus. Oleh karenanya baik pemerintah pusat maupun daerah merasa wajib melakukan tindakan.

Kebijakan mengenai Difteri diatur dalam Surat Mendagri Tentang Penanganan Wabah/KLB Difteri Nomor: 440/9337/SJ tanggal 21 Des 2017, Surat Dirjen P2P tentang Penanggulangan KLB Difteri Nomor: UM.01.05/1/3274/2017, Surat Kadinkes Prov Jatim tentang Kewaspadaan dan Penanggulangan Kasus Difteri Nomor: 443.33/17804/102.3/2017 Tanggal 22 Desember 2017 dan Surat Gubernur Jawa Timur Tentang Penetapan Situasi KLB Difteri Jatim Nomor:460/69/012.4/2018 Tanggal 8 Januari 2018.

Kamis, 22 Februari 2018

Pertemuan Pokjanal DBD Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun


Pertemuan Pokjanal DBD Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun kali ini membahas tentang Kebijakan dan situasi Demam Berdarah Dengue.  Dimana acara tersebut dilaksanakan pada hari ini Kamis tanggal 22 Februari 2018 bertempat di Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun.

Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah :
  • Penyakit Menular
  • Disebabkan oleh virus dengue
  • Ditularkan oleh nyamuk Aedes
Pertolongan Pertama yang dapat dilakukan adalah :
  1. Memberi minum sebanyak-banyaknya ( air putih boleh dibubuhi gula atau oralit
  2. Memberi obat penurun panas
  3. Kompres
  4. Segera bawa ke sarana pelayanan kesehatan
Strategi dalam penanggulangan DBD disini dilakukan melalui :
  1. Pengendalian Vektor penular DBD
  2. Penguatan sistem Surveilans
  3. Tata Laksana penderita secara adekuat
  4. Dukungan manajemen (anggaran, SDM, alat/bahan)
Adapun tujuan dari pertemuan ini adalah :
  1. Meningkatkan persentase Kab/Kota yang mencapai angka kesakitan  ≤  49/100.000 penduduk
  2. Menurunkan angka kematian DBD < 1%
  3. Pengendalian populasi vektor sehingga Angka Bebas Jentik (ABJ) ≥ 95%
Adapun yang menjadi kegiatan pokok dalam usaha pengandalian DBD antara lain :
  • Surveilans Epidemologi
  • Penemuan dan Tata Laksana Kasus
  • Pengendalian Vektor
  • Peningkatan Peran Serta Masyarakat
  • SKD dan penanggulangan KLB
  • Penyuluhan
  • Kemitraan dan Jejaring Kerja
  • Capacity building dan penelitian
  • Monitoring dan Evaluasi
Hal-hal yang mempengaruhi perluasan DBD yaitu :
  1. Kepadatan penduduk
  2. Mobilitas Penduduk
  3. Perilaku Masyarakat
  4. Perubahan iklim (clmate change) global
  5. Pertumbuhan Ekonomi
  6. Ketersediaan air bersih
Peran serta dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan setiap keluarga untuk pemeriksaan (Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik) , pemantauan, pemberantasan jentik nyamuk guna pengendalian penyakit tukar vektor khususnya DBD melalui pembudayaan PSN 3M Plus.

Sedangkan yang menjadi hambatan disini antara lain :
  1. Peningkatan kasus di musim hujan yang terkesan tidak terkendali
  2. Kurangnya kepercayaan  masyarakat terhadap efektifitas PSN
  3. Fogging yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan resistensi
  4. Respon Time Pelaporan RS masih kurang maksimal
Tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah :
  1. Penguatan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan
  2. Meningkatkan awareness masyarakat terutama anak sekolah melalui kader jumantik sekolah
  3. Penguatan tata laksana aksus dengan melibatkan pakar dari RS Rujukan Provinsi serta
  4. Penguatan kesiap siagaan menghadapi musim penularan
  5. Penguatan sistem pelaporan kasus IVD kurang dari 24 jam (bisa lewat WA, SMS, Telegram, Telepon).





Rabu, 21 Februari 2018

Pemantapan Kader Kesehatan dsn KB se-Kota Madiun


Acara dilaksanakan di Asrama Haji, pada hari ini Rabu tanggal 21 Februari 2018 dibuka oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana ibu dr. Agung Sulistya Wardani. Sedangkan untuk narasumber adalah dr. Ismudoko dimana beliau menyampaikan Sosialisasi Perubahan Sistem Bantuan Transport Kader Kesehatan dan KB se-Kota Madiun.  Beliau menyampaikan bahwa bantuan transport disesuaikan dengan kinerja dari para kader.  Dimana dalam pelaksanaannya, diprioritaskan pada apa yang telah dilakukan seperti tahun kemarin, hal ini dikarenakan keterbatasan dana.






Minggu, 21 Januari 2018

Bakti Sosial Poskeskel Kelurahan Kejuron bekerja sama dengan GKJW Kota Madiun

              Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) Kejuron bekerja sama dengan GKJW Kota Madiun pada hari Minggu, tanggal 21 Januari 2018 bertempat di Gedung Kesenian Kota Madiun, bekerjasama mengadakan kegiatan  Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Kelurahan Kejuron untuk wilayah RW 1 sampai dengan RW 9 khususnya dan seluruh warga Kelurahan Kejuron umumnya.
           Acara yang dihadiri oleh Ibu Yuli selaku Kepala Bidang mewakili Ibu Kepala DInas Kesehatan dan KB Kota Madiun, Kepala Puskesmas Banjarejo, Lurah Kejuron beserta Ibu,dibuka oleh Bp. Ir. Tutus Tjahjono selaku Ketua Poskeskel dan sekaligus Ketua GKJW Kota Madiun.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Dalam Rangka Memperingati Hari Natal GKJW mengadakan Bakti Sosial memberikan pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi warga Kelurahan Kejuron, dimana dalam pelaksanaannya berkolaborasi dengan Poskeskel Kejuron, dan diharapkan apa yang sudah dilakukan bisa memberikan manfaat bagi warga Kelurahan Kejuron khususnya dan warga Kota Madiun umumnya.
         Bapak Lurah Kejuron beserta ibu juga ikut andil dalam kegiatan tersebut, Dalam sambutannya beliau menyampaikan, bahwa kerjasama yg telah terjalin baik antara Poskeskel Kejuron dan GKJW diharapkan tidak berhenti hanya sampai disini, atau hanya kegiatan Bakti Sosial saja, melainkan nantinya bisa bekerjasama dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat lainnya.
            Pelayanan Kesehatan Gratis disini meliputi, Pelayanan Kesehatan Umum, Saraf dan Paru untuk dewasa, sedangkan untuk anak-anak meliputi pelayanan Gigi dan THT.  Antusiasme warga terhadap kesehatan cukup tinggi, hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang datang untuk ikut memeriksakan kesehatannya.
            Disamping memberikan pelayanan kesehatan secara gratis, kegiatan ini juga diisi edukasi tentang Tuberculosis (TB) anak dari dr. Hendri Harianto, M. Kes yang berdinas di RS. Paru Dungus (champion TB anak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur)













Sabtu, 16 September 2017

Pelaksanaan Imunisasi MR di Posyandu Kelurahan Kejuron

Upaya menjaga Kesehatan Anak dapat dilakukan melalui perilaku sehari-hari.  Membiasakan si Kecil makan makanan bergizi atau mencuci tangan sebelum dan sesudah makan merupakan kebiasaan-kebiasaan sehat yang berperan penting dalam melindungi si Kecil dari intaian berbagai bibit penyakit.  Kebiasaan yang ditanamkan sejak dini akan menjadi dasar pola hidup anak hingga kelak ia dewasa.

Disamping itu diperlukan juga vaksin untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu seperti campak dan polio.  Kenapa vaksin diberikan pada usia sangat dini, bahkan bayi baru lahir pun langsung diberi imunisasi, karena :
  1. kekebalan tubuh belum sempurna.
  2. tubuh mereka belum mengenali kuman-kuman yang bisa membuat penyakit itu.  Tubuh mereka sudah dikenalkan sejak dini untuk membentuk kekebalan yang spesifik terhadap suatu penyakit



Imunisasi MR oleh Petugas Puskesmas Banjarejo di Posyandu Kelurahan Kejuron

Selasa, 05 September 2017

Kejuron Raih Juara 1 Lomba Penyuluhan HIV / AIDS Sekota Madiun

Dalam rangka menekan pertumbuhan penderita HIV/AIDS dimana sudah lebih dari tiga dekade masih menjadi momok yang menakutkan bagi dunia.  HIV/AIDS menjadi salah satumasalah yang dapat menghancurkan generasi muda di seluruh dunia.  Dengan bertambahnya kasus HIV/AIDS, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiuun menggelar kegiatan "LOMBA PENYULUHAN  HIV/AIDS bagi Kader Masyarakat Kota Madiun pada hari ini Selasa, tanggal 5 September 2017 bertempat di gedung Diklat Kota Madiun Jl. Duku No. 1 Kelurahan Kejuron Kecamatan Taman Kota Madiun.  Acara dibuka oleh dr. Agung Sulistya Wardani, M. Mkes.

Adapun peserta dari Lomba Penyuluhan HIV/AIDS diikuti sebanyak 24 kader dari 27 Kelurahan se-Kota Madiun yang tersebar dalam wilayah 6 Puskesmas di Kota Madiun.  Dimana tiap puskesmas mengirimkan wakilnya sebanyak 2 orang kader pria dan 2 orang kader perempuan.

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan, dimana wakil dari Kelurahan Kejuron yang mewakili Puskesmas Banjarejo mendapatkan Juara I pada Kategori peserta Kader Perempuan.  Semoga dengan keberhasilan dari Kader Kelurahan Kejuron  ini bisa memotivasi kader lainnya maupun tokoh masyarakat untuk selalu dan terus memberikan informasi secara berkelanjutan tentang HIV/AIDS di lingkungan sekitarnya.

Rabu, 16 Agustus 2017

Narkoba

Indonesia darurat narkoba. Pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,2 juta orang. Setiap harinya 40-50 orang meninggal dunia akibat narkoba.

Wilayah NKRI yang memiliki banyak pelabuhan terbuka dari dan ke luar negeri mempermudah ekspor impor narkoba. Adanya stigma narkoba sebagai aib dan kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penyalahguna justru membuat penyalahguna menjadi pengedar. Kurangnya komitmen, penegak hukum dan kelembagaan menangani peredaran narkoba membuat bandar leluasa.

Narkoba atau napza terdiri dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Menurut UU No 35 tahun 2009 Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan yang dibedakan kedalam golongan I, II, dan III. Narkotika yang sering disalahgunakan yakni morfin, heroin(putauw), petidin, ganja, kokain, candu dan hashis. 

Psikotropika adalah zat/obat yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika yang sering disalahgunakan yakni exstacy, happy five, pil koplo, mogadon, demerol dan shabu-shabu.

Zat adiktif lain adalah bahan atau zat yang berpkematian
psikoaktif selain narkotika dan psikotropika seperti alkohol, nikotin, inhalen lem. Inhalen adalah uap dari zat beracun yang dihurup untuk mendapatkan rasa melayang.

Dampak narkoba dalam jangka pendek meliputi:
• mabuk, pusing, bingung
• ketidakmampuan koordinasi gerakan
• halusinasi dan delusi
• bermusuhan
• apatis
• menghalangi penilaian
• tidak sadar
• sakit kepala
• ruam di sekitar hidung dan mulut
• memacu detak jantung
• kematian

Sedangkan dalam jangka panjang meliputi :
• lemah otot
• disorientasi
• koordinasi tubuh lemah
• irritasi
• depresi
• kerusakan serius pada jantung, lever, ginjal dan otak
• penurunan daya ingat dan intelijensia
• penurunan dan hilangnya daya dengar
• kerusakan tulang sum sum
• kematian

Ciri-ciri penyalahguna narkoba yakni :
- badan kurus, lemah, malas, gemetaran dan suhu badan tidak beraturan
- mata kemerahan dan berair
- muka pucat, bibir hitam, bicara cadel
- keringat berlebih
- bekas suntik ditangan
- batuk pilek berkepanjangan
- sakit perut dengan alasan tidak jelas
- sulit diajak bicara dan selalu membangkang
- sulit terlibat dalam kegiatan keluarga
- sering pulang terlambat tanpa alasan jelas
- mudah tersinggung dan cepat emosi
- curiga dan ketakutan berlebih
- berusaha menyakiti diri sendiri dan sadis
- hilang ingatan lalu berkhayal
- kurangnya rasa malu

Pengguna narkoba juga rentan terhadap penyakit hiv/aids, hepatitis dsb.

Narkoba dapat dicegah melalui pendekatan keluarga, bimbingan rohani dan penyuluhan-penyuluhan. Dengan benteng dari keluarga diharapkan generasi muda tidak mengalami salah pergaulan hingga terjerumus pada narkoba. Dan saat kita mengetahui penyalahguna disekitar kita jangan kita tinggalkan kita harus lebih peduli kepada mereka. Bisa dengan melaporkan pada pihak BNN atau dokter dan RSKO dan memberi dukungan moril.

Say NO to DRUGS.



Kamis, 10 Agustus 2017

Bebas Narkoba Masyarakat Sejahtera


10 Agustus 2017 Bakesbangpol Kota Madiun mengadakan penyuluhan kepada ibu pkk se Kota Madiun di Asrama Haji terkait ancaman penyalahgunaan narkoba. Narasumber penyuluhan yakni Ibu dr. A.S Wardani, M.MKes selaku Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun, Bp Maidi selaku Sekda Kota Madiun, Bp Sugeng Rismiyanto selaku Wawali Kota Madiun dan Bp AKBP Drs. Agus Irianto, Msi selaku Kepala BNN Kabupaten Nganjuk.

Indonesia darurat narkoba, terbukti dengan banyaknya penangkapan pengguna dan pengedar hingga bandar narkoba. Mulai orang biasa hingga kalangan artis. Banyaknya wilayah perairan di Indonesia menjadi jalur strategis untuk menyelundupkan narkoba hingga berton ton.

Narkoba terdiri dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lain. https://kimanyelirkejuron.blogspot.co.id/2017/08/narkoba.html?m=1

Kerugian narkoba sangat luas mulai dari segi kesehatan, sosial-ekonomi dan keamanan yang mengakibatkan hilangnya suatu generasi bangsa dimasa depan.

Pengguna narkoba awalnya hanya mencoba hingga akhirnya menjadi ketergantungan bahkan mengalami kematian. Pemuda adalah penyalahguna terbesar. Kondisi keluarga yang tidak harmonis sering menjadi pemicu para pemuda menggunakan narkotika, pergaulan yang salah dan tuntutan pekerjaan merupakan faktor lain penyalahgunaan narkoba.

Oleh karena itu peran ibu atau keluarga menjadi sangat penting. Diharapkan dengan kondisi keluarga yang harmonis dapat menghindarkan generasi muda dengan pergaulan yang salah dan berakhir pada narkoba.

Jika pemuda dan seluruh rakyat Indonesia terbebas dari narkoba maka dipastikan masyarakat dan negara kita menjadi sejahtera.

Jumat, 28 Juli 2017

Lomba Kelurahan Bebas Jentik di Kejuron

Penilaian Lomba Kelurahan Bebas Jentik di Kelurahan Kejuron


Kejuron merupakan satu dari sembilan kelurahan yang mengikuti lomba kelurahan bebas jentik di wilayah Kecamatan Taman, Kota Madiun. Lomba berlangsung selama 5 hari mulai Hari Senin, 24 Juli sampai dengan Jumat, 28 Juli 2017.

                               Penyambutan tim penilai oleh kader jumantik Kejuron

Untuk Kelurahan Kejuron penilaian dilakukan Hari Kamis, 27 Juli 2017. Diawali sambutan dari para kader jumantik tim penilai masuk ke dalam gedung serbaguna Kelurahan Kejuron. Acara dilanjutkan sambutan dari Kepala Kelurahan Kejuron, Bp Yanu dan Bp Watiru selaku ketua tim penilai.

Penilaian meliputi aspek administrasi, tinjau lapangan dan inovasi yang ada di kelurahan. Kelurahan Kejuron memiliki beberapa inovasi guna mengusir nyamuk dan memberantas jentik seperti "Gemas Bergoyang", " Gema Semi", "Raser" dan inovasi terbaru yakni "Selira".

Usai melakukan penilaian administrasi dewan juri bergegas meninjau lokasi. Meskipun hujan turun  antusias masyarakat menyambut tim juri sangat baik. Rute lokasi yang dikunjungi yakni RT 32, RT 29, RT 16 dan berakhir di RT 19.

Jumat, 14 Juli 2017

Madiun Kota Sehat

Senin, 22 Mei 2017

Kampanye Imunisasi Measles Rubella

                    Sosialisasi IMR oleh dr. Ulfa Kusuma Dhewi kepada kader posyandu

Dalam rangka pencegahan penyakit Rubella pada anak Indonesia, pemerintah melalui dinas kesehatan mengadakan kampanye Imunisasi Measles Rubella (IMR). Guna mensukseskan program ini pada tanggal 22 Mei 2017 Puskesmas Banjarejo Kota Madiun mengundang seluruh ketua posyandu di wilayah kerjanya. Mengingat peran kader sebagai perpanjangan tangan dinas kesehatan kepada masyarakat diharapkan kader dapat menyampaikan informasi kepada warga diwilayah posyandu masing-masing.

Kampanye IMR dilakukan serentak di Pulau Jawa pada bulan Agustus - September 2017. Dan diluar Pulau Jawa pada bulan Agustus-September 2018. Pada bulan Agustus kegiatan IMR dipusatkan di sekolah-sekolah mulai dari PAUD, TK hingga SMP sederajat dan di posyandu pada bulan September. Sasaran imunisasi ini adalah anak usia 9bln sampai dengan <15tahun.

Diharapkan dengan adanya kegiatan kampanye ini pada tahun 2020 akan didapat kekebalan komunitas terhadap virus rubella dan penularannya akan sangat kecil.

Mengenal Penyakit Rubella



Penyakit Rubella atau Campak Jerman merupakan penyakit inveksi akut yang sangat menular. Penyakit ini ditularkan oleh Virus Rubella melalui saluran nafas seperti batuk dan bersin. Secara sekilas gejalanya mirip dengan gejala penyakit campak seperti demam ringan, bercak kemerahan/rash, makulopapuler dikulit terutama wajah, lengan, kulit, dan kepala namun pada penyakit rubella disertai gejala pembesaran kelenjar limfe dibelakang telinga, leher belakang sub oksipital dan arthitis atau artharalgia (nyeri pada persendian). Komplikasi lain dari penyakit ini yakni diare, radang paru, otitis media, luka pada kornea dan kematian.

Rubella yang tertular pada ibu hamil trimester pertama dapat menyebabkan keguguran dan kecacatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai Congenital Rubella Cyndrome (CRS).

Selasa, 16 Mei 2017

CERDIK dan PATUH atasi Penyakit Tidak Menular (PTM)

Dewasa ini penyakit berkembang semakin pesat. Semakin banyak jenis penyakit yang diidap oleh manusia. Jika sebelumnya kematian banyak disebabkan oleh penyakit menular lain halnya dengan sekarang. PTM atau penyakit tidak menular justru menjadi momok paling menakutkan bagi masyarakt modern.
Image result for penyakit tidak menular

Penyakit tidak menular disingkat PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang. Penyakit tidak menular pada manusia mempunyai durasi panjang dan perkembangan umumnya lambat. 4 jenis penyakit tidak menular menurut WHO adalah penyakit kardiovaskular (seperti serangan jantung dan stroke), kanker, penyakit pernapasan kronis (seperti penyakit obstruksi paru kronis dan asma) dan diabetes.

Image result for polahidup cerdik

PTM dapat diatasi dengan cara pola hidup sehat dengan program CERDIK dan PATUH.

Image result for Penyakit tidak menular

Program CERDIK merupakan upaya pencegahan terhadap PTM meliputi :
1. Cek kesehatan secara rutin.
2. Enyahkan asap rokok.
3. Rajin olahraga .
4. Diet seimbang.
5. Istirahat cukup.
6. Kelola stress.


Sedangkan program PATUH dibuat untuk pasien penyandang penyakit tidak menular agar penyakit tidak semakin parah dan tetap terkontrol kesehatannya. Program ini meliputi:
1. Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter.
2. Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur.
3. Tetap diet sehat dengan gizi seimbang.
4. Upayakan beraktivitas fisik yang aman, serta.
5. Hindari rokok, alkohol dan zat karisogenik lainnya.